Metode Penyaluran SP2D dari Bank Operasional ke Bank Penerima

Sehubungan dengan beberapa kejadian penyaluran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Bank Operasional (BO) ke Bank Penerima namun dana belum masuk ke rekening yang berhak menerima, dapat diinformasikan bahwa setidaknya terdapat 3 (tiga) metode penyaluran SP2D yang dilakukan melalui BO, yakni:

1.   Metode Overbooking

Merupakan penyaluran SP2D dimana rekening BO dan rekening penerima berada dalam satu bank yang sama. Sebagai contoh SP2D dengan paygroup RPKBUNP SPAN BRI menyalurkan dana ke rekening penerima di BRI.

Bank yang menggunakan metode overbooking hanya melakukan validasi terhadap nomor rekening, bukan terhadap nama pemilik rekening, sehingga apabila nama pemilik rekening yang dimasukkan pada data supplier benar namun nomor rekening tersebut dimiliki oleh fihak lain pada bank yang sama maka dana akan tetap terkirim (meskipun terkirimnya pada fihak penerima yang salah).

2.   Metode SKN/RTGS

Merupakan penyaluran SP2D dimana BO dan rekening penerima tidak berada dalam satu bank yang sama. Sebagai contoh SP2D dengan paygroup RPKBUNP SPAN BTN menyalurkan dana ke rekening penerima di BPD atau di Bank Muamalat.

Dalam melakukan pembayaran melalui metode SKN/RTGS ini BO akan menerbitkan nomor SOR (Server Own Reference) atau BOR (Bank Own Reference) sebagai bukti bahwa pembayaran sudah dikirim ke bank penerima.

Bank penerima yang menerima dana melalui SKN/RTGS akan melakukan validasi terhadap nomor dan nama rekening, sehingga apabila salah satu dari validasi tersebut gagal karena nomor rekening atau nama penerima berbeda maka akan terjadi retur.

3.   Metode Virtual Account

Penyaluran SP2D dengan rekening penerima menggunakan virtual account umumnya digunakan oleh PT. Pertamina, PT. PLN, PT. Telkom, dan PT. KAI.

Rekening yang menggunakan virtual account belum tentu diketahui rekening aslinya oleh BO sehingga apabila terdapat SP2D dengan rekening virtual account, agar satuan kerja terlebih dahulu memastikan bahwa nomor virtual account tersebut sudah diaktifkan di bank penerima.

 

Demikian penjelasan terkait dengan metode penyaluran SP2D yang dilakukan oleh BO semoga menjadi tambahan informasi yang bermanfaat bagi satuan kerja untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Salam Perbendaharaan!